
SANDINEWS.ID, Buton Tengah – Suasana penuh khidmat mewarnai malam kenegaraan yang digelar Pemerintah Kabupaten Buton Tengah di Rumah Jabatan Bupati. Kegiatan ini sebagai rangkaian dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Buton Tengah Dr. Azhari, S.STP., M.Si., Ketua DPRD Buteng Sa’al Musrimin Haadi, S.K.M., M.A.P., Plt Sekda Rijal, S.E., jajaran Forkopimda, para kepala OPD, serta masyarakat umum. Minggu malam, (17/08/25).
Dalam sambutannya, Bupati Azhari menyinggung rencana perombakan kabinet yang akan dilakukan September 2025 mendatang. Menurutnya, reshuffle tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya mendukung visi besar “Kota Santri dan Kota Pendidikan”.
“Yang kita butuhkan adalah pemimpin OPD yang berintegritas, bukan orang yang sombong atau hanya bisa tunduk tanpa menyelesaikan pekerjaan,” tegas Azhari.
Ia menambahkan, mutasi jabatan akibat dinamika politik pasca Pilkada hanya sekitar 20 persen. Selebihnya, penilaian akan sangat ditentukan oleh kinerja dan integritas para pejabat.
“Kalau kinerjanya bagus, kita harus hargai. Kalau buruk, harus kita akui buruk. Tidak ada yang kebal jabatan,” ujarnya.
Azhari juga menekankan dirinya tidak anti terhadap bawahan, namun tidak menyukai sikap angkuh dan arogan yang ditunjukkan sebagian pejabat.
“Kalau gaya kita angkuh, bagaimana orang mau lihat kita? Perbaiki diri dulu, baru kita bisa menghargai,” katanya lantang.
Menariknya, Azhari secara terbuka menyebut beberapa pejabat yang menurutnya patut dipertahankan. Ia menilai Kepala Dinas Kesehatan, mantan Direktur RSUD Buteng, serta Kepala BPKAD, Yanti, sebagai figur yang memiliki rekam kerja baik.
“Contoh Kadis Kesehatan, itu bagus. Mantan Direktur RSUD juga berprestasi, mampu mempertahankan proposal pembangunan rumah sakit untuk Buteng. Seandainya tidak pensiun, dia tetap pantas menjabat bahkan bisa jadi Kadis Kesehatan. Begitu juga Bu Yanti di BPKAD, profesional dan patut diapresiasi,” ungkap Azhari.
Namun, mantan Rektor USN Kolaka ini juga menyoroti perilaku segelintir kepala OPD yang merasa tidak bisa digantikan. Ia menegaskan sikap seperti itu hanya akan menjauhkan berkah dari sebuah jabatan.
“Kita orang Buton, orang Muna, selalu yang kita cari adalah kabarakati (keberkahan). Dan keberkahan itu turun dari perilaku. Kalau kata dan perbuatan kita selaras, insyaallah berkah. Tapi kalau ucapan berbeda dengan perbuatan, berkah itu sulit datang,” tutup Azhari.
Laporan : Aji
Tinggalkan Balasan